Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Jadwal Trading Forex Sesuai Sesi Open Market Forex

Kita sebaiknya Jadwal Trading Forex Sesuai Sesi Open Market Forex Pada artikel ini kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk trading, yaitu dengan mengetahui jadwal Sesi Open Market forex. Apa itu sesi open market forex? 

Jika Anda pemula, pertama kali melihat chart pasti kagum dengan pergerakan harga mata uang di layar yang tanpa henti-hentinya. Itulah salah satu faktor yang menarik perhatian banyak orang untuk terjun ke pasar forex.

Namun setelah beberapa bulan mencobanya, kebanyakan dari mereka akan menyadari betapa sulitnya mencari peluang profit di forex. Dalam bisnis ini, kita tidak bisa seenak perutnya nge-klik Buy dan Sell seperti yang diajarkan di beberapa buku dan media online. Ada 1 hal penting yang jarang diberitahukan buku-buku dan web-web tersebut, yaitu: WAKTU yang tepat.

Waktu yang dimaksud disini tidak berhubungan dengan indikator apapun. Kita tidak perlu menggunakan alat bantu apapun untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk trading forex. Jika membaca artikel pada link diatas, Anda akan menyadari forex itu punya jadwal buka dan tutup seperti pasar, toko, dan kantor pada umumnya.

4 Sesi Pasar Forex

Sesi pasar forex terbagi menjadi 4 bagian, yaitu: Sydney, Tokyo, London, dan New York. Kenapa hanya ada 4 saja? Bukankah forex itu pasar bebas?

Pembagian sesi ini tidak ada hubungannya dengan pemetaan atau letak geografis. Sesi trading itu dibagi berdasarkan kebiasaan pelaku pasar aktif dalam bertransaksi. Kebetulan, waktu aktif itu ada pada jam buka dan tutup negara diatas, dan pada akhirnya disepakati menjadi 4 sesi pasar forex. Berikut pembagian waktunya:

4 Sesi Trading Forex - Musim Panas
4 Sesi Trading Forex online

Gambar diatas merupakan jadwal open sesi market forex di musim panas. Oya, dalam sesi forex, ada istilah DST (Daylight Saving Time), yaitu perbedaan waktu disebabkan pergantian musim. Di Eropa akan mengalami malam lebih panjang saat musim dingin. Musim panas biasanya pada bulan April hingga Oktober. Perubahan jam hanya selisih satu jam saja. Berikut merupakan jadwal untuk musim dingin:
4 Sesi Trading Forex - Musim Dingin
4 Sesi Trading Forex online

Untuk musim dingin, sesi Tokyo tidak mengalami perubahan. Sesi Sydney mundur 1 jam, sesi London dan New York maju 1 jam.

Cara Mengatur Jadwal Trading Forex, Setelah mengetahui pembagian sesi pasar, sekarang kita bisa mulai menyusun jadwal trading. Berikut caranya:

  1. Waktu Santai. Hal pertama yang wajib dipersiapkan adalah waktu santai. Contoh: jika bekerja di pagi hari, sebaiknya atur jadwal trading pada saat jam makan siang, jam ngopi sore, atau setelah makan malam. Selain waktu, Anda juga harus mempertimbangkan waktu bersama keluarga dan sahabat.
  2. Persiapan Analisa. Setelah mengetahui jam santai, selanjutnya tentukan waktu untuk analisa. Trader pro biasanya cek jadwal rilis berita di pagi hari sebelum ngopi atau sarapan.
  3. Revisi Analisa. Jika merasa analisa Anda belum pas, jangan ragu untuk meminta atau mencari pendapat dari sumber lain seperti: DailyFx, TradingView dan masih banyak lagi. Tahap revisi biasanya dilanjutkan sebelum Sesi London dimulai.
  4. Waktu Eksekusi. Setelah analisa Anda sudah bulat, selanjutnya tinggal eksekusi. Waktu Eksekusi bisa dipilih yang paling aktif yaitu: Sesi London dan New York. Jangan ragu untuk mengambil posisi. Jika salah masih ada banyak kesempatan di hari berikutnya.
Itu dia cara mengatur jadwal untuk bertransaksi di pasar forex. Jika ada pertanyaan dan komentar bisa disampaikan melalui kolom komentar di bawah.

Demikian cara Jadwal Trading Forex Sesuai Sesi Open Market Forex , semoga bermanfaat bagi semua makhluk yang melakukan trading forex online. sehingga tulisan yang membahas Belajar Forex, Tips dan Trik, Trading Plan, Cara Mengatur Jadwal Trading Forex ini menjadikan kita kaya raya.

Cara Memasang Trailing Stop Yang Benar di Meta Trader

Cara Memasang Trailing Stop di Meta Trader
Beberapa minggu yang lalu TopikForex mengadakan workshop kecil-kecilan bersama komunitas trader Bali yang diselenggarakan di daerah Singaraja, Bali. Workshop ini dihadiri oleh sekitar 16 trader. Trader yang mengikuti workshop ini kebanyakan sudah bisa dikatakan profesional karena sudah lama bergelut di bisnis ini. Andre Supit (salah satu kontributor TopikForex) menjadi The Man On Stage yang menjadi sasaran seabrek pertanyaan para trader malam itu.


TopikForex sengaja tidak memberikan tema workshop waktu itu karena workshop tersebut sengaja diadakan untuk mengumpulkan informasi tentang kendala-kendala yang acapkali dialami para trader. Ada beberapa pertanyaan penting yang ditanyakan oleh para peserta trader waktu itu. Ada yang menanyakan tentang strategi trading yang jitu, cara trading pada saat news release (fundamental), indikator yang paling sering digunakan, dan pertanyaan-pertanyaan penting seputar kustomasi meta trader. Namun, diantara pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan ada satu topik penting yang jarang diketahui oleh para trader, yaitu 'Apa Itu Trailing Stop?' dan 'Bagaimana Cara Memasang Trailing Stop Yang Benar?'.

Pada artikel ini TopikForex akan membahas secara lengkap tentang cara penggunaan Trailing Stop yang tepat dan bisa memaksimalkan  strategi trading Anda. Selamat menyimak!

Apa Itu Trailing Stop?

Trailing Stop adalah salah satu fitur penting pada Meta Trader yang berfungsi untuk memasang stop order yang ditetapkan pada level tertentu secara otomatis. Fungsi Trailing Stop ini sebenarnya sama dengan Stop Loss. Yang membedakan Stop Loss dengan Trailing Stop adalah kalau Stop Loss, kita sendiri yang memasangnya di harga tertentu, sedangkan jika kita menggunakan Trailing Stop, kita hanya menentukan pada level berapa Stop Order akan aktif secara otomatis.
Trailing Stop hanya akan aktif apabila posisi trading kita sedang Floating Profit.
Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum kita menggunakan trailing stop ini. Trailing Stop hanya bisa aktif pada saat posisi transaksi tidak minus alias Profit. Karena itu kebanyakan trader di luar sana biasa menyebut Trailing Stop dengan kata Trailing Profit.

Cara Memasang Trailing Stop Yang Benar

Seperti yang sudah dibahas diatas, Trailing Stop hanya akan aktif apabila posisi tradingan kita dalam kondisi profit. Pada saat kita akan mengaktifkan Trailing Stop kita bisa melihat pilihan pengaturan jumlah poin.
Ingat, masing-masing broker maupun pair memiliki aturan pemasangan poin Trailing Stop yang berbeda-beda.
Jadi sebelum mencoba materi yang akan disampaikan dalam artikel ini sebaiknya disesuaikan dulu dengan broker dan pair yang kalian gunakan. Anda bisa mengecek minimal pemasangan Trailing Stop dengan cara melakukan 'klik kanan' pada pair yang sedang ditransaksikan. Contoh bisa dilihat digambar berikut ini:
Contoh Pengaturan Trailing Stop di Meta Trader
Contoh Pengaturan Trailing Stop di Meta Trader
Nah, sebagai contoh misalnya kita akan mengambil posisi Buy pada EUR/USD di harga 0.77261 dan Take Profit yang pasang adalah 0.77361 . Jumlah poin untuk Trailing Stop kita pasang sebesar 50 poin (5 poin untuk broker 4 digit). Trailing Stop akan aktif saat harga bergerak menyentuh level 1.77311 dan akan terus bergerak sampai posisi Take Profit tadi tersentuh. Jika harga sempat menyentuh 1.77311 dan kembali lagi maka posisi akan terlikuidasi (close) secara otomatis, sehingga profit yang diamankan adalah sebanyak 50 poin.

Kapan Waktu Tepat Untuk Menggunakan Trailing Stop?

Trailing Stop sangat cocok digunakan pada saat kondisi market sedang Trending atau memiliki arah (Bullish atau Bearish). Trailing Stop juga sangat berguna pada saat rilis berita besar terjadi.

Kesimpulan

Nah, dari penjelasan yang sudah dibahas diatas kami mengambil kesimpulan bahwa penggunaan Trailing Stop sangat membantu para trader untuk mengamankan posisi trading tanpa kuatir jika ada perubahan harga atau harga berbalik arah pada saat kita mencapai profit. Atau dengan kata lain Trailing Stop berfungsi sebagai pengunci keuntungan.

Terima kasih telah mampir di blog kami. Kami sangat mengapresiasi apabila ada yang ingin memberikan saran atau komentar melalui kotak yang sudah kami sediakan dibawah.

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex

Sistem dan Menu Navigasi Pada Meta Trader

Sistem dan Menu Navigasi Pada Meta Trader
Halo Traders! Pada artikel sebelumnya kami telah membahas panduan isntalasi Meta Trader untuk pemula. Kali ini kita akan melanjutkan materi tentang Meta Trader yaitu: Menguasai Menu dan Sistem Navigasi pada Meta Trader.


Secara default, pada saat membuka MT4 pertama kali, akan  muncul 4 jendela chart. Masing-masing chart menunjukkan pergerakaan mata uang yang berbeda-beda.
Tampilan Meta Trader Secara Default
Gambar 1. Tampilan Meta Trader Secara Default
Khusus untuk menu paling atas kami menamainya sebagai 'Toolbars'. Pada toolbars tersebut terdapat banyak sekali menu yang dilambangkan dengan gambar ikon yang berbeda-beda.
Gambar Toolbars pada Meta Trader
Gambar 2. Toolbars pada Meta Trader
Di bawah toolbars, tepatnya disisi kiri layar terdapat jendela 'Market Watch' yang berisi sekumpulan daftar mata-uang beserta notifikasi harga yang tersedia 'bid price' dan harga permintaan 'ask price'.
Gambar Market Watch pada Meta Trader
Gambar 3. Market Watch pada Meta Trader
Pada jendela Market Watch ini terdapat 2 menu Tab yang bertuliskan 'Symbols' dan 'Tick Charts'. fungsi dari kedua tab ini untuk menampilkan aktivitas harga terkini dari mata uang yang berbeda-beda.

Berikutnya, dibawah jendel Market Watch terdapat jendela 'Navigator'. Disitu terdapat akun-akun Anda (jika sudah pernah membuka akun) beserta koleksi Indikator, Expert Advisor dan Script kustomasi Anda. Khusus untuk menu ini akan kami bahas ke materi spesial di artikel yang berikutnya.
Menu Navigator pada Meta Trader
Gambar 4. Menu Navigator pada Meta Trader
Selanjutnya, pada bagian paling bawah terdapat jendela 'Terminal'. Pada umumnya, 'Terminal' berisi 6 kolom yang berisi menu: Trade, Account History, Alerts, Mailbox, Experts dan Journals.

Menu Terminal Pada Meta Trader
Gambar 5. Menu Terminal Pada Meta Trader
Berikut penjelasannya:
  • Trade
    Pada kolom Trade, kita bisa memantau posisi transaksi yang sedang berjalan. Kita bisa melakukan transaksi dengan melakukan klik kanan dan pilih menu 'New Order'. Kita juga bisa menutup posisi yang sedang berlangsung dengan meng-klik kanan posisi tersebut dan pilih Close Order".
  • Account History
    Pada kolom ini kita bisa memantau seluruh transaksi yang sudah pernah kita lakukan. Kita bisa meng-kustomasi tampilan history trading dengan melakukan klik kanan kemudian pilih periode sesuai keinginan kita.
  • AlertsMenu ini jarang digunakan oleh trader pada umumnya. Fungsi dari menu ini sebagai 'alarm' yang diatur oleh kita sendiri. Notifikasi yg bisa dipilih berupa Email, Sound, File dan Notifications. Jadi, kita bisa mendapatkan notifikasi jika harga sudah menyentuh di level yang kita tentukan.
  • Mailbox
    Kolom ini berisi informasi percakapan email antara trader dengan pihak broker.
  • Experts
    Nah, pada kolom ini berisi semua indikator, EA (Expert Advisors) dan Script yang disediakan di situs resmi Meta Quote: www.mql5.com. Kita bisa melakuan download secara gratis dan ada juga yang berbayar.
  • Journals
    Kolom ini berisi informasi log aktivitas yang kita lakukan di Meta Trader, mulai dari aktivitas login, transaksi, error dan lain-lain.

Tampilan Menu Chart dan Pengaturannya

Menu Chart Properties pada Meta Trader
Gambar 6. Menu Chart Properties pada Meta Trader
Kita bisa memodifikasi tampilan chart berdasarkan warna den selera kita masing-masing.

Panduan Instalasi Platform Meta Trader

Panduan Instalasi Platform Meta Trader
Artikel ini ditujukan untuk para pembaca sekaligus calon trader yang masih pemula. Kali ini kami akan membahas bagian paling mudah dalam memulai bisnis trading, yaitu: instalasi platform Meta Trader di PC atau Laptop.
Download Platform Meta Trader



Seperti yang sudah kita bahas pada halaman Pengenalan Platform Meta Trader, kita sempat membahas gimana cara mendapatkan Platform Meta Trader. Sekedar mereview kembali, kita bisa mendapatkan link download aplikasi ini langsung dari empunya Meta Trader yaitu Meta Quote di https://www.metatrader4.com/en/download. Platform default ini belum terintegrasi dengan broker, jadi Anda harus memilih broker nanti pada saat penginstalan.

Tampilan Halaman Awal Situs Resmi Meta Trader 4
Gambar 1: Tampilan Halaman Awal Situs Resmi Meta Trader 4

Proses instalasi aplikasi ini sangatlah cepat dan hanya memakan waktu beberapa menit saja (targantung kecepatan koneksi internet).  Selesai download, buka aplikasi tersebut dengan, akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 2: Tampilan Awal Instalasi Meta Trader
Gambar 2: Tampilan Awal Instalasi Meta Trader
Lanjutkan dengan meng-klik tombol 'Next', kita akan dimintai untuk memilih lokasi penyimpanan data program Meta Trader. Secara default, program akan otomatis memilih lokasi yang terletak di folder 'Program Files' di direktori 'C' pada komputer Anda.
Gambar 3: Pilih Lokasi Instalasi Meta Trader
Gambar 3: Pilih Lokasi Instalasi Meta Trader
Jika sudah menentukan lokasi direktori, selanjutnya klik 'Next' untuk melanjutkan proses instalasi.
Gambar 4: Proses Instalasi Meta Trader Sedang Berlangsung
Gambar 4: Proses Instalasi Meta Trader Sedang Berlangsung
Pada gambar diatas kita bisa melihat pada saat proses instalasi, program akan mendownnload file-file secara online. Ukuran file yang didownload sekitar 21 MB. Untuk itu dibutuhkan koneksi internet yang lumayan kencang agar proses instalasi semakin singkat.

Gambar 5: Proses Pendaftaran Akun Demo Maupun Real
Tombol 'Next' akan aktif apabila proses download selesai dilakukan. Pada tahap selanjutnya kita akan diminta mendaftarkan akun demo atau akun real (jika sudah siap trading) menggunakan broker yang Anda tentukan.

Jika Anda belum ingin memilih broker, kami mereferensikan 2 broker dibawah ini:
1. Broker Luar Negeri
OctaFX : Register Akun OctaFx
  • Modal Minimal: $5 atau Rp 50.000
  • Lot Minimal: 0.01 (Micro)
  • Leverage:  1:1, 1:5, 1:33, 1: 50, 1:100, 1:200, 1:500
  • Produk: Forex dan Minyak
  • Spread: Mulai dari 0.2
  • Komisi: Tidak Ada
  • Swap: Opsional (Jika, memilih tanpa spread, komisi akan diberlakukan)
  • Server:
    • Demo: OctaFx-Demo
    • Real: OctaFx-Real

2. Broker Dalam Negeri
Monex : Register Akun Monex
  • Modal Minimal: $500 atau Rp 5000.000
  • Lot Minimal: 0.1 (Mini)
  • Leverage:  1:100
  • Produk: Forex, Indeks Saham Luar Negeri, Indeks CFD, Emas, Perak dan Minyak.
  • Spread: Mulai dari 0.2
  • Komisi: Tidak Ada
  • Swap: Berubah-ubah sesuai dengan interest rate
  • Server:
    • Demo: Monex-Demo
    • Real (Reguler): Monex-Server2
    • Real (Mini): Monex-Server2 dan Monex-Server3
Memasukan Akun Trading Pada Meta Trader
Nah, jika Anda sudah menentukan salah satu dari broker yang kami referensikan diatas, selanjutnya kita tinggal memasukkan akun trading. Untuk memasukan akun demo atau akun real ke Meta Trader yang sudah kita download tadi, pilih menu 'File' pada bagian kiri atas dan klik 'Open An Account'.
Gambar 6: Pilih Server Broker Anda


Tahap selanjutnya kita akan memilih server broker dengan cara melakukan 'Scan'. Pertama-tama klik kotak yang berisi tulisan 'add new broker...' kemudian ketik nama server broker Anda misalnya: 'Monex-Server2'. Setelah itu klik 'Scan' untuk memulai pencarian. Jika sudah ditemukan, klik file tersebut dan lanjutkan dengan menekan tombol 'Next'.

Selanjutnya merupakan tahap terakhir instalasi Platform Meta Trader, yaitu memasukkan data login dan password akun trading Anda.
Gambar 7: Memasukkan Data Login dan Password Akun Trading

Untuk memasukkan akun trading Anda yang sudah ada, klik centang 'Existing Trade Account', dan masukkan data login dan password yang sudah Anda miliki.

Selesai!

Untuk melihat panduan penggunaan meta trader yang lainnya silahkan lihat halaman Panduan Penggunaan Meta Trader.

Salam profit!

Admin, TopikForex

Cara Melindungi Profit dan Minimalisasi Resiko!

Artikel ini merupakan artikel lanjutan yang khusus kami buat untuk melengkapi artikel kami yang berjudul: Strategi Trading Jitu Menggunakan Stochastic. Kami sarankan Anda membaca artikel tersebut sebelum mencoba artikel ini, supaya Anda tidak bingung.



"Tidak ada yang instan di dunia ini kecuali nafas yang diberikan oleh Tuhan sejak kita lahir". Untuk itu, bagi pembaca diharapkan untuk tidak menganggap strategi yang kami berikan ini sebagai berikut:
1. Cara cepat untuk menjadi kaya raya.
2. Jalan pintas untuk menjadi kaya.
3. Cara trading yang 100% profitable.
4. Strategi trading yang paling ampuh.
5. Cara untuk mengalahkan market forex.
Jika Anda sudah memenuhi 5 poin diatas, mari kita lanjut membaca keseluruhan dari artikel ini.

Pada artikel sebelumnya (Strategi Trading Jitu Menggunakan Stochastic), kami telah memberikan strategi dan cara mengambil serta menentukan Entry Point yang tepat yang bisa dicoba bahkan oleh pemula sekaligus. Kekurangan dari strategi tersebut adalah tidak bisa menentukan Exit Point atau kapan kita bisa harus menutup posisi, entah itu TP (Take Profit) ataupun SL (Stop Loss).

Metode yang akan kami bahas disini sebenarnya sangat sederhana. Kami hanya memaksimalkan salah satu fitur penting yang ada pada Meta Trader, yaitu Pending Order. Banyak trader yang sudah tau fungsi pending order tapi mereka jarang memaksimalkan penggunaannya dalam aktivitas trading mereka. Mungkin mereka sudah punya strategi lain yang lebih efisien.

Tampilan Fitur Pending Order di Meta Trader
Tampilan Fitur Pending Order di Meta Trader
Sekedar mengingatkan, fitur Pending Order ini berfungsi untuk melakukan pemesanan harga suatu pair mata uang di level tertentu. Dengan kata lain, kita bisa bertransaksi tanpa harus mengikuti pergerakan harga yang sedang berjalan. Nah, sekarang mari kita lanjutkan ke cara pemasangan pending order untuk mengamankan Entry Point yang didapatkan dari indikator Stochastic. Contoh:
Strategi Jitu Stochastic
Mengamankan Stochastic dari pembalikan arah. (Klik untuk memperbesar)
Pada gambar diatas kita bisa melihat bahwa telah terjadi crossing di area 80% pada pair mata uang EUR/USD. Itu merupakan saat yang tepat untuk mengambil posisi Sell. Pada gambar diatas, kami open sell sebesar 0.1 Lot. Namun, ternyata arah trend mengalami berbalik arah untuk sementara. Tapi kami sudah mengantisipasi hal tersebut dengan memasang posisi pending order Buy Stop sebesar 0.3 Lot diatas posisi Sell yang tadi. Kami juga memasang 2 posisi Sell Stop masing-masing sebesar 0.3 lot di bawah posisi Sell awal tadi.

Jika posisi sell yang pertama tadi terkena Stop Loss, maka posisi Buy Stop yang kita lipat volume lotnya tadi akan mengurangi kerugian bahkan bisa menambahkan profit kita. Jika, harga bergerak sesuai dengan prediksi dari Stochastic, maka keuntungan kita akan berlipat-lipat. Keren bukan?

Tapi jangan senang dulu, gambar diatas hanya merupakan contoh pergerakan market pada saat artikel ini ditulis. Jangan disamakan dengan pergerakan market saat Anda membaca artikel ini.

Kami sudah menyiapkan formula khusus yang bisa membantu Anda memaksimalkan pemasangan pending order ini, sebagai berikut:

1. Plan Stochastic Sell
PAIR EUR/USD, Range: 20-50 Point, TF H1
Waktu Trading: Sesi Open London (Pukul 15.00 - 16.30 Waktu Jakarta)
Initial Deposit
(Modal Awal Minimal): $500
- OP 1 (Sell saat terjadi Crossing di area 80%): 0.1 Lot, TP: 20 P, SL: 20
- OP 2 (Pending Order - Buy Stop): 0.1 Lot, TP: 20, SL: 20 (Pasang 10 Poin diatas OP1)
- OP 3 (Pending Order - Sell Stop): 0.1 Lot, TP: 10, SL: 20 (Pasang 10 Poin dibawah OP1)
- OP 4 (Pending Order - Sell Stop): 0.1 Lot, TP: 10, SL Point: 20 (10 Poin dibawah OP3), hanya opsional.


Ilustrasi Rencana Sell
Gambar Ilustrasi Rencana Sell

Notes:
- Jika OP1 terkena TP, segera hapus OP2 (jika perlu, hapus OP3 dan OP4). Risk= 0, Reward= +$20.
- Jika OP1 terkena SL, hapus OP3 dan OP4. Risk=-$20, Reward= +$20.


2. Plan Stochastic Buy
PAIR EUR/USD, Range: 20-50 Point, TF H1
Waktu Trading: Sesi Open London (Pukul 15.00 - 16.30 Waktu Jakarta)
Initial Deposit
(Modal Awal Minimal): $500
- OP 1 (Buy saat terjadi Crossing di area 20%): 0.1 Lot, TP: 20 P, SL: 20
- OP 2 (Pending Order - Sell Stop): 0.1 Lot, TP: 20, SL: 20 (Pasang 10 Poin dibawah OP1)
- OP 3 (Pending Order - Buy Stop): 0.1 Lot, TP: 10, SL: 20 (Pasang 10 Poin diatas OP1)
- OP 4 (Pending Order - Buy Stop): 0.1 Lot, TP: 10, SL Point: 20 (10 Poin diatas OP3), hanya opsional.
Ilustrasi Rencana Buy
Gambar Ilustrasi Rencana Buy


Notes:
- Jika OP1 terkena TP, segera hapus OP2 (jika perlu, hapus OP3 dan OP4). Risk= 0, Reward= +$20.
- Jika OP1 terkena SL, hapus OP3 dan OP4. Risk=-$20, Reward= +$20.

Formula diatas kami merupakan formula terbaik dari beberapa parameter yang kami uji. Silahkan kalian coba menggunakan akun demo masing-masing. Jika belum punya akun demo, silahkan coba referensi kami dibawah ini:

1. OctaFx (Broker Luar Negeri)
2. Monex (Broker Resmi Indonesia)

Jika ada pertanyaan mengenai formula yang kami bahas diatas, silahkan berikan komentar melalui kotak komentar yang ada di bawah.

Salam hangat dan semoga profit selalu!

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex

Disclaimer: Artikel ini hanya merupakan materi pembelajaran saja. Akan lebih bijaksana agar menerapkan isi dari artikel ini menggunakan akun simulasi atau demo. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang Anda alami.

Cara Trading Aussie Menggunakan Berita Fundamental

Cara Trading Aussie Menggunakan Berita Fundamental
Halo, untuk artikel kali ini sesuai judulnya kami ingin berbagi tips sederhana yaitu cara trading pair mata uang AUD (Dolar Australia) melawan USD (Dolar Amerika) hanya dengan menggunakan berita fundamental.




Jika Anda ingin membaca artikel ini dalam bentuk ebook, silahkan download disini: Ebook Cara Trading Aussie Mengunakan Berita

Berita apa aja sih yang bisa mempengaruhi pergerakan pair AUD/USD ini?
Nah, ada banyak berita yang sanggup menggerakkan pergerakan pair ini. Berikut adalah beritanya:
- Data Neraca Perdagangan atau bahasa kerennya "Trade Balance".
- Data Perubahan akumulasi atau jumlah tenaga kerja (Employment Change).
- Data penjualan retail (Retail Sales).
- Data pengumuman (naik atau turun) suku bunga oleh Bank Sentral Australia.

Data-data diatas merupakan faktor penggerak mata uang Dolar Australia. Biasanya, kurang dari 1 menit setelah data keluar, harga langsung bergerak. Jika positif, maka Dolar Astralia akan bergerak naik. Jika negatif, maka Dolar Australia akan langsung terjun bebas. Namun kita harus tetap waspada jika ada sentimen dari pelaku pasar yang melakukan spekulasi.

Jam berapakah biasanya berita-berita diatas dipublikasikan?
Data-data penting yang bisa mempengaruhi pair AUD/USD biasanya dirilis pagi hari pada pukul 7.30 WIB (8.30 WITA, 9.30 WIT) di musim dingin, dan pukul 8.30 WIB (9.30 WITA, 10.30 WIT) pada musim panas.
Contoh Grafik Trading AUD USD Berdasarkan Berita
Gambar 1: Contoh grafik pergerakan harga AUD/USD saat rilis data Penjualan Retail dan Trade Balance.
Contoh Grafik Trading AUD USD Berdasarkan Berita Februari
Gambar 2: Contoh grafik pergerakan harga AUD/USD saat rilis data Perubahan Jumlah Tenaga Kerja.
Dari gambar grafik diatas, kita bisa melihat bagaimana suatu berita bisa mempengaruhi grafik harga AUD/USD secara ekstrim.

Apa strategi atau cara tepat yang bisa digunakan untuk trading AUD/USD dengan berita?
Cara paling tepat adalah dengan memasang "PENDING ORDER" yakni "Buy Stop" atau "Sell Stop" pada level tertentu. Alasan kita menggunakan Buy Stop maupun Sell Stop adalah karena kita akan mengincar kemungkinan harga bergerak positif naik beberapa menit sebelum berita dirilis.
Pemasangan Pending Order Buy Stop dan Sell Stop
Gambar 3: Pemasangan Pending Order Buy Stop dan Sell Stop
Fungsi dari pemasangan pending order yaitu, kita bisa memesan harga pada level tertentu. Sederhananya kita memasang posisi perangkap tanpa harus mengikuti grafik harga yang sedang berjalan. Misalnya:
- Harga AUD/USD saat ini berkisar di 0.78100. jika kita yakin berita akan membuat grafik AUD/USD naik sampai ke area 0.78500. Maka kita bisa memasang BUY STOP di area 0.78200 dengan harapan mendapatkan keuntungan sebanyak 30 pips (0.78200 menuju 0.78500).

- Harga AUD/USD saat ini berkisar di 0.78100. jika kita yakin berita akan membuat grafik AUD/USD turun sampai ke area 0.77600. Maka kita bisa memasang SELL STOP di area 0.77800 dengan harapan mendapatkan keuntungan sebanyak 20 pips (0.77800 menuju 0.77600).

Timeframe berapakah yang paling cocok digunakan?
Timeframe yang cocok untuk mencoba strategi ini adalah M5 (5 Menit), karena kita akan mengincar momen pendek. Biasanya pengaruh berita hanya berlangsung kurang dari 5 menit.

Apakah fibonacci bisa digunakan untuk menentukan support dan resistance?
Tentu saja bisa. Kita bisa menarik garis Fibonacci pada candle 2 jam sebelum data dirilis.

Nah, kami rasa strategi ini sangat mudah untuk diterapkan. Mohon saran dan kritiknya agar supaya strategi ini lebih sempurna. Salam profit.

Untuk mencoba program simulasi, silahkan registrasi dan download di link berikut: Registrasi

Notes:
Artikel ini dibuat untuk kebutuhan pembelajaran saja. Sebaiknya diuji coba menggunakan Akun Demo. Segala bentuk kerugian yang dialami pembaca bukanlah tanggung jawab TopikForex.

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex
.

Strategi Trading Jitu Menggunakan Stochastic

Strategi Trading Jitu Menggunakan Stochastic - TopikForex
Kali ini kami akan mengupas tentang strategi trading sederhana hanya dengan menggunakan indikator lawas bernama Stochastic Oscilator dan Moving Average. Strategi ini bisa digunakan untuk semua pair mulai dari Forex, Gold (Emas) dan Oil (Minyak Mentah). Ada aturan penting yang wajib diketahui pembaca sebelum membaca artikel Tips & Strategi kali ini.




Untuk membaca artikel ini dalam bentuk PDF, silahkan  download veris Ebooknya disini: Ebook - Strategi Trading Menggunakan Indikator Stochastic - TopikForex

STOP MEMBACA jika Anda mengartikan judul diatas sebagai:
- Strategi paling ampuh untuk mencapai profit.
- Cara paling mudah untuk menang dalam trading.
- Jalan pintas untuk cepat kaya dalam trading.
- Strategi trading tanpa resiko.

Oke, jika Anda sudah membaca ketentuan diatas mari kita lanjutkan ke tahap selanjutnya.

Tentang Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic Oscillator adalah indikator yang dipakai khusus untuk mengukur tingkat kejenuhan aksi beli atau jual dalam bursa Forex, Komoditas dan Saham.

Stochastic merupakan salah satu Indikator yang dikelompokkan dalam keluarga "Oscillator". Idikator lainnya yang termasuk dalam keluarga Oscillator adalah: Parabolic SAR dan Relative Strength Index (RSI), MACD, dll. Indikator-indikator yang tergolong dalam keluarga Oscillator ini berfungsi untuk memberikan sinyal sebelum sebuah tren terjadi.

Kenapa harus Stochastic?

Indikator Stochastic diciptakan oleh George C. Lane pada tahun 1950-an. Saat artikel ini ditulis Indikator ini sudah berusia 60 tahun lebih. Dan sampai sekarang tetap digunakan sebagai salah satu Indikator default di aplikasi Meta Trader. Dari umurnya aja udah jelas kalau indikator ini sangat berguna.

Kami sendiri sudah berhasil melakukan ujicoba menggunakan strategi trading menggunakan Stochastic dipadukan dengan MA  (Moving Average) selama 12 hari (11 Februari 2015 - 23 Februari 2015). Dan hasilnya lumayan bagus menurut kami:
Hasil Uji Coba Strategi Stochastic - TopikForex
Hasil Uji Coba Strategi Stochastic - TopikForex

Contoh indikator Stochastic Sederhana di Meta Trader
Contoh indikator Stochastic Sederhana di Meta Trader
Nah, pada gambar diatas grafik kita mengambil contoh pair EURUSD pada timeframe H1 (1 jam). Grafik diatas dibagi menjadi 2 bagian, berikut penjelasannya:
- Grafik Atas: berisi grafik pergerakan harga mata uang EURUSD yang terintegrasi dengan 3 buah garis indikator Moving Average berwarna merah. Kita bisa dengan mudah membaca Trend yang sedang terjadi.
- Grafik Bawah: menunjukkan indikator Stochastic dengan settingan 5,3,3. Settingan indikator ini berfungsi untuk mengetahui Entry Point secara akurat. Kita bisa menentukan kapan kita akan Buy atau Sell ketika terjadi Crossing (Perpotongan) pada 2 garis yang ada pada indikator Stochastic.

Setting Indikator Stochastic + MA

Buat kalian yang belum punya akun demo atau bahkan bingung milih partner broker yang cocok silahkan lihat referensi kami disini: INFORMASI BROKER YANG AMAN.
- Untuk Broker Lokal, silahkan registrasi melalui Tombol dibawah ini:
- Untuk Broker Luar Negeri silahkan registrasi melalui tombol dibawah ini:
Oke, jika Anda sudah selesai melakukan registrasi silahkan download aplikasi meta trader dan instal di PC kalian. Bagi yang punya IPhone atau Android bisa menginstal langsung dari App Store dan Play Store.

Setelah selesai menginstal, langkah selanjutnya kita akan memasang kedua indikator dengan settingan sebagai berikut:
1. Stochastic: %K=5, %D=3, Slowing=3, MA Method= Exponential.
Pengaturan Stochastic Oscillator - TopikForex
2. Moving Average (MA): MA10, MA25 dan MA50.
- MA10: Period= 10, Shift=0, MA Method= Exponential
Pengaturan MA 10 - Topik Forex
- MA25: Period= 10, Shift=0, MA Method= Exponential
Pengaturan MA 25 - Topik Forex
- MA50: Period= 10, Shift=0, MA Method= Exponential
Pengaturan MA 50 - Topik Forex

Settingan diatas merupakan settingan standar yang mungkin sudah diketahui oleh kebanyakan trader, namun kami mengubah MA Method pada tiap indikator menjadi "Exponential".

Formula perpaduan kedua indikator ini berguna untuk mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil posisi jual maupun beli. Namun ada rules penting yang wajib Anda ketahui. Ini dia rulesnya:
1. Ketiga garis MA (Moving Average) berfungsi untuk mengetahui tren yang sedang berlangsung.
2. Pada indikator Stochastic terdapat 2 garis area jenuh, yaitu 80 dan 20. Untuk Sell, lihat pada indikator Stochastic, akan lebih baik jika melakukan Sell pada posisi Crossing (perpotongan) di area garis 80. Untuk Buy, akan lebih baik jika posisi perpotongan pada area garis 20.
3. Entry Point akan sangat akurat jika Timeframe H5 dan H1 sepakat memiliki kondisi crossing yang sama. Biasanya dalam sehari akan terjadi momen ini sebanyak 3 - 5 kali.

Kelemahan pada indikator ini adalah kita tidak bisa mengukur Exit Point atau kapan waktu yang tepat untuk menutup posisi secara akurat. Oleh karena itu, minimal TP (Take Profit) yang kita pasang adalah 30 poin, maksimal 70 poin.

Meskipun tidak bisa mengukur Exit Point secara akurat, kami punya trik khusus yang bisa Anda baca disini >> Cara Melindungi Profit dan Minimalisasi Resiko!
Artikel tersebut mengupas tuntas tentang strategi dan cara pemasangan Pending Order yang kami padukan dengan cara trading menggunakan indikator Stochastic yang ada di artikel ini.

Sebagai tambahan, untuk mengurangi resiko, pasang SL (Stop Loss) minimal 20 Poin, jika menggunakan timeframe M15 - H1.

Nah, itu dia Strategi Trading Jitu Menggunakan Stochastic yang kami sajikan secara gratis untuk Anda. Silahkan dicoba.

Notes:
Artikel ini dibuat untuk kebutuhan pembelajaran saja. Sebaiknya diuji coba menggunakan Akun Demo. Segala bentuk kerugian yang dialami pembaca bukanlah tanggung jawab TopikForex.

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex

Tips Berlangganan Sinyal Trading di MQL5

Tips Berlangganan Sinyal Trading di MQL5
Pada tahun 2014 silam, dunia trading Indonesia sempat dihebohkan dengan kisah seorang trader asal Indonesia yang memakai nama samaran JP77. Dia dikenal lewat history sinyal tradingnya yang terpampang di situs MQL5.com. Beliau sempat mencatat profit dari dana awal sebesar 100 juta rupiah hingga menjadi 1 Milyar lebih. Saking terkenalnya JP77 ini diangkat menjadi pembicara pada seminar-seminar dan workshop dari perusahaan milik salah satu perusahaan pialang lokal di Indonesia. Namun kabar beliau menghilang sejak akhir tahun 2014 lalu. Rumor mengabarkan penyebab menghilangnya JP77 karena broker luar negeri tempat dia trading mengalami kebangkrutan.

Nah, kehadiran JP77 tersebut secara tidak langsung telah membuka informasi tentang Sistem Copy Trade yang ada di situs MQL5. Untuk seterusnya kita tidak akan membahas lagi tentang JP77 karena masih ada banyak lagi trader-trader penyedia sinyal yang lebih baik.




APA ITU COPY TRADE ?

Real Time Trading Signals
Copy Trade yang ditawarkan di MQL5 adalah sistem trading Real Time (otomatis) yang terjadi antara Signals Provider (penyedia sinyal trading) dan Signals Subscriber (pelanggan sinyal). Trading Otomatis yang kami maksud disini adalah aktivitas trading di Meta Trader si Pelanggan akan secara otomatis mengikuti si Penyedia Sinyal tanpa harus memiliki broker yang sama. Segala aktivitas yang terjadi pada akun meta trader si Penyedia Sinyal akan otomatis ditiru oleh Pelanggan Sinyal.

Tips Berlangganan Sinyal Trading di MQL5

Untuk berlangganan sinyal trading di MQL5 kita perlu menjadi member dengan cara mendaftar melalui link ini: REGISTRASI AKUN MQL5
REGISTRASI AKUN MQL5
REGISTRASI AKUN MQL5
Copy Trade sama seperti boneka Voodoo. Jadi, untung rugi si Penyedia akan dirasakan oleh si Pelanggan.
Jangan ngeri dulu setelah baca quote diatas. Sama halnya dengan membeli barang kita perlu tau kualitas barang tersebut. Sebelum berlangganan sinyal di MQL 5 kita harus melihat perkembangan akun si penyedia sinyal. Sebagai referensi di bawah ini merupakan referensi Top 5 Penyedia Sinyal Trading di MQL5.

TOP 5 Penyedia Sinyal di MQL5

Perlu diperhatikan, untuk melihat detail sinyal trading dari si Penyedia, kita wajib memiliki akun MQL5. Penyedia sinyal trading di MQL5 kami bagi menjadi 2, yaitu berdasarkan platform meta trader yang digunakan.
Broker Dengan MetaTrader 4 Broker Dengan MetaTrader 5

Nah, sebagai contoh pada tabel "Broker Dengan MetaTrader 4" pada urutan pertama ada Wallstreet Forex Robot Official  (Lihat Detail Sinyal). Berikut tampilan awalnya:
Grafik Perkembangan Sinyal Trading
Grafik Perkembangan Sinyal Trading (Klik Untuk Memperbesar)
Diatas merupakan tampilan sekilas perkembangan akun dari si penyedia sinyal  Wallstreet Forex Robot Official. Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai Tab Menu yang terdapat pada halaman sinyal tadi:
Tab Menu Atas:
- Growth: berisi review atau laporan perkembangan dana rata-rata secara keseluruhan.
- Equity: berisi laporan perkembangan equity (modal yang tersedia) dari si penyedia sinyal.
- Balance: berisi tentang laporan rata-rata mulai dari dana deposit, dan dana withdraw (penarikan).
- Risks: berisi grafik resiko yang ada pada akun si penyedia.
- Distribution: berisi laporan aktivitas beli, jual, jumlah transaksi, dan pair yang diambil.
- Slippage: berisi referensi slippage yang terjadi pada broker yang terkait.
- Reviews: berisi laporan atau testimoni positif dan negatif dari para subscriber (pelanggan sinyal)

Tab Menu Bawah:
- Trading: berisi posisi trading yang sedang aktif (seperti pada "Terminal" pada Meta Trader).
- History: berisi history transaksi (seperti pada "Terminal" pada Meta Trader).

Hal umum yang perlu diperhatikan sebelum berlangganan sinyal trading adalah menyamakan kriteria dana dan broker dengan penyedia sinyal seperti berikut:
1. Initial Deposit: jumlah dana deposit yang dibutuhkan
2. Jenis Lot: Regular (minimal 1 Lot), Mini (Minimal 0,1 Lot), Micro (Minimal 0,01 Lot).
3. Leverage: leverage broker yang digunakan si penyedia. Contoh: 1:100, 1:200, 1:500.
4. 1 Account per Signals. hanya diperbolehkan 1 akun trading per langganan sinyal.

Info:
- Biasanya pihak penyedia sinyal memberikan informasi kriteria diatas pada halaman sinyal tradingnya.
- Karena menggunakan sistem Real Time, sebelum mengaktifkan sinyal trading pelanggan wajib membersihkan posisi trading yang sedang aktif agar bisa ter-sinkronisasi dengan baik.

BIAYA BERLANGGANAN SINYAL TRADING MQL5:

Untuk berlanggan sinyal trading di MQL5 membutuhkan biaya minimal $20 (20 dollar amerika) per bulan. Harga tersebut sangat murah dibandingkan dengan kemudahan yang kita dapatkan.

Pembayaran:
Untuk pembayaran, MQL5 memberlakukan sistem saldo yang bisa diisi menggunakan akun Paypal dan WebMoney. Saran kami, sebaiknya untuk deposit di MQL awal sebesar $100 agar Anda tidak perlu repot mengisi berulang-ulang.

Nah. itu dia tips dan cara sederhana untuk berlangganan sinyal trading di MQL5. Semoga bermanfaat.

Untuk pengguna broker lokal (Indonesia) khususnya broker Monex, silahkan baca panduannya disini: Copy Trade Mql5 Untuk Broker Lokal.

Baca Juga artikel tentang strategi trading disini:
- Strategi Trading Menggunakan Indikator Stochastic
- Cara Menentukan Entry Point Yang Benar

Note: Informasi ini hanya sebagai referensi saja. Wajib bagi pembaca untuk mengetahui bahwa sehebat apapun strategi dan sistem yang kita gunakan, tidak bisa menghilangkan resiko.

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex

Bukan Rahasia Lagi: 4 Rahasia Memasang Entry Point

Tips & Trik Memasang Entry Point
Tips & Trik Memasang Entry Point


 "Posisi menentukan Prestasi". Masih ada gak yang ingat dengan pepatah itu? Teringat waktu jaman sekolah dulu, apalagi waktu ulangan umum. Teman-teman (yang kurang pintar) sekelas pada rebutan kursi supaya bisa dapat posisi yang "strategis". Posisi yang dicari itu biasanya disamping temen yang lebih pintar dan posisi yang mojok dan sebisa mungkin lolos dari jangkauan guru pengawas.




Dalam dunia trading, penempatan posisi atau Entry Point sangat berpengaruh pada hasil yang didapat. Jika penempatan entry point kita benar, profit pasti kita raih. Jika posisi kita salah ya uang kita lenyap.

Apa itu Entry Point?

Entry Point merupakan penempatan posisi dalam trading yang dibagi menjadi 4, yaitu:
1. Open Position. Penempatan posisi Buy atau Sell.
2. Pending Order. Penempatan posisi Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, dan Buy Limit.
3. Stop Loss. Penempatan posisi limit kerugian.
4. Take Profit. Penempatan posisi limit keuntungan.

Ke-4 penempatan posisi Entry Point diatas sangat mempengaruhi karakter seorang trader. Sebelum menentukan sebuah posisi Entry Point, trader yang profesional perlu melakukan Trading Plan yang sesuai dengan Money Management atau ketahanan dana yang dimilikinya.

Bukan Rahasia Lagi: 4 Rahasia Memasang Entry Point

Nah, di artikel ini kami akan memberikan sebuah tips yang dulu menjadi rahasia seorang trader sukses yang bernama Nial Fuller (N.F). Bagi pembaca yang udah mahir trading pasti bisa menebak siapa orangnya. Bagi yang belum tau, silahkan inbox kami, hehe...

#1 Memasang Limit Order untuk mendapatkan harga yang terbaik.
Limit order yang kami maksud adalah pending order yang ditempatkan diatas atau dibawah harga pasar saat ini (Current). Jika Anda berencana untuk melakukan trading long-term (jangka panjang), sebaiknya tempatkan Buy Limit di bawah harga pasar saat ini. Jika Anda melakukan trading short-term (jangka pendek), maka tempatkan Sell Limit di atas harga pasar saat ini.

Limit order memberikan Anda "Power" untuk trading sesuai dengan harga yang Anda tentukan tanpa harus terlibat langsung dalam perdagangan. Ibaratnya seperti memasang perangkap. Anda sudah memasang perangkap di suatu harga tertentu, jika harga pasar bergerak menyentuh harga itu maka secara otomatis perangkap terebut akan aktif. Selanjutnya tinggal pemasangan entry stop loss dan take profit saja.


Perlu diingat, limit order memungkinkan Anda untuk 'membiarkan harga pasar datang kepada Anda'.  Selalu perhatikan resiko yang akan terjadi, buatlah entry Stop Loss yang tidak terlalu besar untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan.

#2 Analisa Posisi Setiap Market Tutup

Pembagian Sesi Market

Mungkin kita sering membaca atau mendengar istilah "Money Never Sleep". Istilah tersebut tidak berlaku untuk market yang ada di bursa. Waktu pembukaan dan penutupan market di bursa dibagi menjadi 3 sesi, yaitu:
- Sesi Amerika (New York)
Ketika para pelaku pasar Eropa selesai dari istirahat makan siang, pasar New York baru mulai aktif. Volatilitas di sesi ini adalah yang tertinggi dan sering juga terjadi pergantian trend atau lompatan harga. Rilis data fundamental penting yang berdampak tinggi pada USD terjadi pada periode waktu sesi ini. Hampir semua pasangan mata uang utama termasuk CAD dan pasangan mata uang cross aktif diperdagangkan. Sesi New York dimulai pada jam 13:00 GMT hingga jam 23:00 GMT (paling aktif hingga jam 20:00 GMT).

- Sesi Eropa (London)
2 jam sebelum pasar Asia tutup, pasar Eropa mulai aktif dan sering terjadi lompatan harga atau pergantian arah trend akibat sentimen para pelaku dari institusi keuangan dan perbankan Eropa, terutama di pasar London. Volatilitas pasar di sesi Eropa ini cukup tinggi mengingat volume perdagangan forex di London adalah yang terbesar didunia. Mata uang utama yang aktif diperdagangkan adalah EUR, USD, GBP, dan CHF. Selain EUR/USD dan GBP/USD, pasangan mata uang cross yang cukup aktif ditransaksikan adalah EUR/JPY, EUR/GBP, EUR/CHF dan GBP/JPY. Sesi Eropa dimulai ketika pasar Frankfurt (di Jerman) dan Paris buka pada jam 07:00 GMT, namun resminya dimulai jam 08:00 GMT hingga jam 18:00 GMT dengan waktu yang paling aktif antara jam 08:30 hingga 15:30 GMT.

- Sesi Asia (Tokyo)
Pasar Asia adalah yang pertama kali bereaksi pada awal pekan ketika likuiditas di pasar forex kembali normal. Aktivitas perdagangan dimulai di pasar Tokyo yang mulai aktif pada tengah malam hingga sekitar jam 7 pagi waktu GMT. Selain di Jepang, partisipan yang aktif di periode waktu sesi perdagangan Asia adalah Selandia Baru, Australia, China (termasuk Hong Kong) dan Russia. Pada umumnya volatilitas di sesi ini rendah dan mata uang utama yang aktif diperdagangkan adalah JPY, USD, EUR, AUD dan NZD.  Sesi Asia dimulai antara jam 23:00 GMT hingga jam 10:00 GMT, tetapi yang paling aktif antara jam 01:00 hingga jam 07:00 GMT.

Menurut pengalaman Om Heru (Konsultan Trading), sesi New York (jam 7 malam - jam 3 sore) merupakan waktu yang paling mudah bagi trader di Indonesia untuk merencanakan posisi entry point. Trading di malam hari tidak terganggu dengan kebisingan seperti yang terjadi pada siang hari. Ditambah lagi market Amerika termasuk market yang tingkat likuiditas dan volatilitas nya paling tinggi.

#3 Kombinasi TLS: Trend, Level, Signal

Menurut N.F, 90% dari transaksi yg dilakukannya menggunakan metode yang sangat sederhana yang disebutnya 'TLS' (Trend, Level, Signal). Berikut cara menggunakan metode trading TLF ini:
- TREND. Melihat arah TREND market.
- LEVEL. Menentukan Level (High dan Low)
- SIGNAL. Bandingkan dengan trading SIGNAL (sinyal trading).

Ketiga metode diatas merupakan kombinasi yang sering digunakan dan terbukti keberhasilannya menurut Nial Fuller.

Nah, biar lebih jelas lagi mari kita simak contoh di penggunaan metode TLS di bawah ini...


Metode TLS 1 - Topik Forex

Contoh gambar di atas menunjukkan skenario TLS jelas untuk memasuki pasar dari. Arah grafik candle menunjukkan TREND Bullish, terdapat 3 titik LEVEL yang sangat jelas. Terlihat pula pin bar yang menunjukkan arah SIGNAL Buy mulai dari harga 1,6660 searah dengan TREND dan LEVEL.





Metode TLS 2 - Topik Forex
Pada gambar di atas menunjukkan contoh metode TLS yang menunjukkan arah entry point yang jelas. Terdapat arah TREND menunjukkan kenaikan atau Bullish. Terdapat juga sebuah 2 titik LEVEL yang jelas dan kemudian pin bar yang jelas untuk SIGNAL buy.


Metode TLS 3 - Topik Forex
Sama seperti 2 contoh gambar sebelumnya, bisa kita lihat pola yang terbentuk menggunakan metode TLS ini.


#4 Buat Koleksi Database Pattern atau Pola Trading

Trading bukan hanya mencari harga yang bagus dan memasang Entry Point melainkan tentang menemukan posisi yang tepat untuk "Menarik Pelatuk"...

Buatlah koleksi database berupa gambar pola trading yang ideal berdasarkan pengalaman Anda sendiri. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu Anda dalam melakukan trading. Anda tidak perlu melakukan Analisa yang memakan waktu yang cukup lama.


Nah, itu dia 4 rahasia memasang entry point. Jika ada pertanyaan dan saran silahkan melalui kotak komentar di bawah.

Baca juga artikel Topik Forex penting lainnya melalui link di bawah ini:
- Autochartist: Senjata Rahasia Trader Luar Negeri
- "Bosan" Itu Hal Yang Indah Dalam Trading Forex
Pengenalan Forex
- Tipe Trader Seperti Apakah Anda?
- Apa Itu Leverage dalam Bisnis Trading Forex?

LATIHAN AKUN SIMULASI
Sekedar informasi tambahan, bagi yang ingin mencoba trading menggunakan akun simulasi dari broker forex terpercaya, silahkan coba akun demonya disini: AKUN SIMULASI LATIHAN.

Oleh: Steve Kandio (Admin TopikForex) - WA: 0852-3777-7474
Steve Kandio - Admin TopikForex

Profil FB: Steve Kandio
FanPage: TopikForex

Daftar Broker Forex Trading Terbaik di Indonesia

Berikut adalah  Daftar perusahaan broker Forex Terbaik di Indonesia  yang dari pengalaman yang telah dijalani merupakan broker forex tr...